- HOME
- PROFIL
- PPID
- BERITA
- KESISWAAN
- GALERI
- INFORMASI
- INTERAKSI
- E-BOOK
×

Jakarta — SMP Negeri 115 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa hukum. Pada hari Senin, Senin, 11 Mei 2026, sekolah yang dikenal dengan sebutan Smabel ini menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Remaja bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).
Jakarta
— SMP Negeri 115 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk
generasi muda yang berkarakter dan berjiwa hukum. Pada hari Senin, Senin, 11
Mei 2026, sekolah yang dikenal dengan sebutan Smabel ini menggelar kegiatan
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Remaja bekerja sama dengan Kepolisian
Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Kegiatan ini berlangsung
di lapangan utama SMP Negeri 115 Jakarta dan dihadiri oleh seluruh peserta
didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
Kegiatan ini diselenggarakan atas dasar
keprihatinan bersama terhadap maraknya berbagai bentuk kekerasan dan perilaku
menyimpang yang mengancam kalangan remaja di lingkungan perkotaan, termasuk di
wilayah DKI Jakarta. Kepala SMP Negeri 115 Jakarta, Yulia Vistaria, S.Pd.,
dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu
pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan akhlak dan karakter peserta didik.
"Kami berharap melalui sosialisasi
ini, seluruh peserta didik semakin memahami bahaya berbagai perilaku negatif
dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi dengan Polda Metro Jaya merupakan langkah nyata kami dalam
menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari
kekerasan," ujar Yulia Vistaria, S.Pd.
Materi
Sosialisasi
Dalam kegiatan ini, narasumber dari
Polda Metro Jaya memaparkan empat materi utama yang relevan dengan kondisi
remaja masa kini:
1. Bullying
(Perundungan)
Narasumber menjelaskan berbagai bentuk
bullying, baik secara fisik, verbal, maupun cyberbullying yang kian marak di
era digital. Peserta didik diajarkan untuk mengenali tanda-tanda perundungan,
cara melaporkan, serta pentingnya membangun empati dan saling menghormati di
antara sesama teman. Perundungan bukan hanya menyakiti fisik, tetapi juga
berdampak serius pada kesehatan mental korban dalam jangka panjang.
2. Narkoba
dan Minuman Keras (Miras)
Petugas Polda Metro Jaya memaparkan
bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA)
serta minuman beralkohol bagi perkembangan fisik dan mental remaja. Peserta
didik diinformasikan mengenai modus-modus pengedaran narkoba di lingkungan
sekolah dan cara menolak ajakan menggunakan zat-zat terlarang tersebut.
Penegakan hukum yang tegas bagi pengedar maupun pengguna turut disampaikan
sebagai bentuk peringatan.
3. Judi
Online
Judi online menjadi salah satu ancaman
serius yang kini menyasar kalangan remaja melalui berbagai platform digital dan
media sosial. Narasumber menjelaskan dampak destruktif judi online terhadap
finansial, psikologis, dan masa depan remaja, serta ketentuan hukum yang
mengatur larangan praktik perjudian di Indonesia. Peserta didik diajak untuk
bijak dalam menggunakan gawai dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
4. Tawuran
Pelajar
Tawuran antarpelajar masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi di wilayah Jakarta. Pihak Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pelaku tawuran dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peserta didik didorong untuk menyelesaikan konflik melalui jalur musyawarah dan komunikasi yang sehat, serta mengalihkan energi positif melalui kegiatan ekstrakurikuler dan prestasi akademik.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat
respons yang sangat antusias dari seluruh peserta didik. Sesi tanya jawab
berlangsung interaktif, dengan banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan
seputar topik-topik yang disampaikan. Hal ini membuktikan besarnya rasa ingin
tahu dan kepedulian para siswa Smabel terhadap isu-isu sosial yang ada di
sekitar mereka.
Kepala SMP Negeri 115 Jakarta, Yulia Vistaria, S.Pd., berharap kolaborasi antara sekolah dan aparat penegak hukum seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke berbagai isu lainnya. "Kami percaya bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian adalah kunci dalam membangun remaja yang tangguh, berintegritas, dan terhindar dari pengaruh negatif lingkungan," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 115 Jakarta sekali lagi membuktikan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berperan dalam membentuk generasi muda Jakarta yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.
#SosialisasiKekerasan
#SMPNegeri115Jakarta
#Smabel115
#PoldaMetroJaya
#AntiBullying
#StopNarkoba
#AntiJudiOnline
#StopTawuran
#SekolahAman
#PendidikanKarakter
#RemajaBerkarakter
#GenerasiEmas
#PelajarIndonesia
#JakartaSelatan
#PendidikanJakarta