SMP NEGERI 115 JAKARTA GELAR SOSIALISASI SUKSES TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) TAHUN 2026

Jakarta, 3 Januari 2026 – SMP Negeri 115 Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Program Sukses Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 kepada orang tua/wali murid kelas 9A sampai dengan 9I pada hari Selasa, 3 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna 3 Lantai 3 ini dihadiri oleh ratusan orang tua/wali murid yang antusias untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai persiapan menghadapi TKA yang akan dilaksanakan pada April 2026.

Jakarta, 3 Januari 2026 – SMP Negeri 115 Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Program Sukses Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 kepada orang tua/wali murid kelas 9A sampai dengan 9I pada hari Selasa, 3 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna 3 Lantai 3 ini dihadiri oleh ratusan orang tua/wali murid yang antusias untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai persiapan menghadapi TKA yang akan dilaksanakan pada April 2026.

 



Sambutan Kepala Sekolah: Pentingnya Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 115 Jakarta, Ibu Yulia Vistaria, S.Pd., yang menekankan pentingnya TKA sebagai bagian dari perjalanan pendidikan siswa serta pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

 

"Seperti yang kita ketahui bersama, Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita di SMP Negeri 115 Jakarta. TKA ini bukan hanya sekadar mengukur kemampuan akademis siswa, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran yang telah diberikan selama ini," ujar Ibu Yulia dalam sambutannya.

 

Ibu Yulia menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah memberikan informasi yang jelas dan komprehensif kepada orang tua mengenai mekanisme pelaksanaan TKA, jadwal dan teknis pelaksanaan, materi yang akan diujikan, persiapan yang perlu dilakukan, serta peran orang tua dalam mendampingi putra-putri menghadapi TKA.

 

"Kami sangat memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat tercapai hanya dengan usaha sekolah semata. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Oleh karena itu, dukungan dan pendampingan Bapak/Ibu di rumah sangatlah penting dalam mempersiapkan mental dan pengetahuan anak-anak kita," tegas Kepala Sekolah.

 

Beliau juga berharap bahwa melalui sosialisasi ini dapat terbangun komunikasi yang lebih baik dan tercipta lingkungan belajar yang kondusif. "Mari kita bersama-sama memberikan motivasi, semangat, dan doa kepada putra-putri kita agar dapat menghadapi TKA dengan percaya diri dan meraih hasil yang optimal," ajak Ibu Yulia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yulia juga mengingatkan bahwa nilai terbaik bukan hanya terletak pada angka, tetapi pada proses belajar, usaha, dan sikap jujur serta bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh anak-anak.

 

Paparan Kerangka Asesmen TKA 2026

Setelah sambutan Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan paparan materi sosialisasi yang disampaikan oleh Bapak Sahrudin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik. Dalam paparannya, Bapak Sahrudin menjelaskan secara komprehensif mengenai kerangka asesmen TKA yang diselenggarakan oleh Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

 


Latar Belakang dan Tujuan TKA

 

Bapak Sahrudin menjelaskan bahwa TKA merupakan penilaian terstandar capaian akademik murid oleh Pemerintah yang berbasis komputer. TKA hadir karena kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik murid yang objektif untuk berbagai keperluan seperti seleksi masuk jenjang pendidikan lebih lanjut, seleksi akademik lain, penyetaraan jalur pendidikan, pemetaan mutu, dan perbaikan proses pembelajaran.

 

"TKA SMP/MTs direncanakan pada tanggal 6 s.d. 16 April 2026 agar materi pelajaran tuntas dan hasilnya bisa dipakai untuk seleksi jalur prestasi ke jenjang berikutnya," jelas Bapak Sahrudin.

 

Materi dan Kompetensi yang Diujikan

 

Bapak Sahrudin memaparkan bahwa TKA SMP/MTs mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Soal terdiri dari sebagian soal dari pusat dan sebagian soal dari daerah (Pemda Kabupaten/Kota dengan koordinasi Pemda Provinsi).

 

Untuk Bahasa Indonesia, TKA difokuskan pada keterampilan membaca yang diujikan pada dua jenis teks, yaitu teks informasi dan teks fiksi. Teks informasi berisi fakta, konsep, atau prosedur dari berbagai bidang yang berskala lokal, nasional, atau global. Sedangkan teks fiksi merupakan cerita rekaan yang bersifat faktual atau realisme.

 

"Aspek keterampilan membaca yang diukur meliputi mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks, menyusun ulang dan mengelompokkan informasi, mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat, menilai gagasan atau opini dalam teks, serta menanggapi isi teks," papar Bapak Sahrudin.

 

Untuk Matematika, TKA mengukur kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah. Muatan TKA Matematika meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.

 

Bentuk Soal dan Level Kognitif

 

Bapak Sahrudin menjelaskan bahwa TKA menggunakan tiga jenis soal, yaitu:

1.      Pilihan ganda sederhana (hanya satu jawaban benar)

2.      Pilihan ganda kompleks MCMA (lebih dari satu jawaban benar)

3.      Pilihan ganda kompleks kategori (dengan pilihan "benar/salah" atau "sesuai/tidak sesuai")

 

Kemampuan yang diukur mencakup tiga level kognitif:

  • Pengetahuan dan Pemahaman (menghitung, memahami informasi, mengelompokkan, mengidentifikasi)
  • Aplikasi (memodelkan, menerapkan, dan menginterpretasikan)
  • Penalaran (menganalisis, memecahkan masalah, mengevaluasi, dan menyimpulkan)

 

TKA Tidak Wajib, Namun Sangat Strategis

 

Bapak Sahrudin menegaskan bahwa TKA tidak wajib diikuti oleh semua murid dan tidak ada konsekuensi bagi yang tidak mengikuti. Murid tetap dapat lulus dari satuan pendidikan meski tidak ikut TKA.

 

"Namun, hasil TKA sebagai tes terstandar yang menunjukkan capaian akademik dapat digunakan sebagai salah satu syarat atau pertimbangan untuk seleksi penerimaan murid baru ke jenjang pendidikan berikutnya atau penerimaan calon mahasiswa baru. Hasil TKA juga dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi akademik lainnya. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum murid memutuskan untuk tidak mengikuti TKA," tegas Bapak Sahrudin.

 

Program Persiapan Intensif di SMP Negeri 115 Jakarta

 

Bapak Sahrudin menjelaskan detail program persiapan yang telah disusun sekolah untuk mendukung kesuksesan siswa dalam menghadapi TKA. Program ini mencakup:

1.      Pelaksanaan Pendalaman Materi Sukses TKA di kelas yang terintegrasi dengan jam pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika

2.      Try Out berkala sebanyak 10 kali, dimulai dari 15 Januari hingga 1 April 2026, menggunakan aplikasi yang mendukung 3 model penulisan soal sesuai format TKA

3.      Jadwal Try Out yang terstruktur:

o    Try Out 1: 15 Januari 2026

o    Try Out 2: 23 Januari 2026

o    Try Out 3: 30 Januari 2026

o    Try Out 4: 6 Februari 2026

o    Try Out 5: 13 Februari 2026

o    Try Out 6: 31 Maret 2026

o    Try Out 7: 1 April 2026

o    Try Out 8 s.d. 10 kerjasama dengan pihak eksternal

4.      Perawatan jaringan ruang TKA dan penyiapan sarana komputer yang dipergunakan untuk TKA serta komputer cadangan

5.      Pengembangan soal try out dan pelaporan hasil try out minimal 2 minggu sekali

6.      Doa Bersama Sukses TKA 2026 yang akan dilaksanakan pada 2 April 2026 menjelang pelaksanaan TKA utama

 

Sistem Pelaksanaan TKA

 

Bapak Sahrudin juga menjelaskan sistem pelaksanaan TKA yang menggunakan asesmen berbasis komputer dengan moda daring. Komputer, jaringan internet, dan instalasi aplikasi akan disiapkan paling lambat 30 hari kalender sebelum waktu pelaksanaan TKA. Simulasi dan gladi bersih akan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang diatur oleh Kementerian.

 


Kolaborasi Semua Pihak

 

Dalam paparannya, Bapak Sahrudin menekankan pentingnya kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemda, Satuan Pendidikan, dan Masyarakat untuk pelaksanaan TKA yang kredibel agar diperoleh informasi capaian akademik yang valid.

 

"Satuan pendidikan bertugas melakukan sosialisasi dan pendampingan murid, fasilitasi ruang dan perangkat TKA, penunjukan proktor dan teknisi, serta koordinasi pelaksanaan dengan tim teknis dan pengawas. Sementara itu, masyarakat diharapkan dapat mengawal pelaksanaan tes yang kredibel, membantu penyebaran informasi yang benar, dan mendukung pembelajaran yang berkualitas," jelas Bapak Sahrudin.

 

Contoh Soal dan Sumber Belajar

 

Untuk memberikan gambaran kepada orang tua, Bapak Sahrudin juga menampilkan beberapa contoh soal TKA Bahasa Indonesia dan Matematika. Beliau juga menginformasikan bahwa contoh soal lengkap dapat diakses di website https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ dan orang tua dapat mendampingi putra-putri mereka untuk mencoba simulasi TKA di website tersebut.

 

Antusiasme dan Harapan Orang Tua

 

Para orang tua murid tampak sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Mereka aktif bertanya terkait strategi belajar efektif, tips mendampingi anak, sistem pelaksanaan TKA yang berbasis komputer, serta peluang penggunaan hasil TKA untuk seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya.

 

"Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami pentingnya TKA dan bagaimana cara terbaik mendukung anak-anak kami dalam persiapan. Informasi tentang jadwal try out dan sistem pelaksanaan juga sangat membantu kami untuk mengatur waktu belajar anak di rumah," ungkap salah satu orang tua murid kelas 9.

 

Seorang orang tua lainnya menambahkan, "Saya sangat menghargai penjelasan bahwa TKA tidak wajib namun sangat strategis untuk masa depan anak. Ini membantu kami sebagai orang tua untuk memberikan motivasi yang tepat kepada anak tanpa memberi tekanan berlebihan."

 


Penutup dan Komitmen Bersama

 

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian materi sosialisasi dalam bentuk digital. Para orang tua diimbau untuk terus berkomunikasi dengan pihak sekolah dan memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka.

 

Bapak Sahrudin menutup sesi dengan pesan motivasi, "Mari kita bersama-sama mempersiapkan putra-putri kita dengan optimal. TKA bukan hanya ujian akademik, tetapi juga momentum untuk melatih mental, kedisiplinan, dan kejujuran. Dengan persiapan yang matang, dukungan orang tua, dan doa yang tulus, insya Allah anak-anak kita akan meraih hasil terbaik."

 

Dengan tagline "Sukses bukan keberuntungan, tapi persiapan. Di SMP Negeri 115 Jakarta, TKA adalah panggungmu untuk membuktikan potensi tak terbatas," diharapkan siswa-siswi kelas 9 dapat menghadapi TKA dengan percaya diri dan meraih hasil yang membanggakan.

 

#TKA2026
#SuksesTKA2026
#SMPN115Jakarta
#BerkompetisiMeraihPrestasi

 

 

 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT