- HOME
- PROFIL
- PPID
- BERITA
- KESISWAAN
- GALERI
- INFORMASI
- INTERAKSI
- E-BOOK
×

Jakarta — Di bawah langit Jakarta yang cerah pada Senin pagi, 1 Juni 2026, seluruh warga SMP Negeri 115 Jakarta berdiri tegap dengan penuh rasa bangga dan khidmat. Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 resmi digelar di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 WIB, menjadi salah satu momentum paling bermakna dalam perjalanan kebangsaan Smabel di tahun ini.
Senin, 1 Juni 2026 | Lapangan SMP Negeri 115 Jakarta | Pukul 07.00 WIB s.d. Selesai
Jakarta — Di bawah langit Jakarta yang cerah pada Senin pagi, 1 Juni 2026, seluruh warga SMP Negeri 115 Jakarta berdiri tegap dengan penuh rasa bangga dan khidmat. Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 resmi digelar di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 WIB, menjadi salah satu momentum paling bermakna dalam perjalanan kebangsaan Smabel di tahun ini.
Suasana pagi itu terasa istimewa. Para peserta upacara — mulai
dari peserta didik, pendidik, hingga tenaga kependidikan — hadir mengenakan
pakaian adat tradisional yang beragam, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Para ASN dan KKI tampil dalam balutan pakaian Sadariah bagi bapak-bapak dan
Encim bagi ibu-ibu, memancarkan nuansa Betawi yang khas sekaligus mempertegas
identitas Jakarta sebagai ibu kota yang kaya akan warisan budaya.
"Pancasila
bukan sekadar teks di buku sejarah, melainkan jiwa yang harus terus hidup dan
berdenyut dalam setiap langkah kita sebagai bangsa."
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Pembacaan
teks Pancasila, pengibaran bendera Merah Putih, serta alunan lagu kebangsaan
Indonesia Raya menggema di seluruh penjuru lapangan — menyentuh hati setiap
yang hadir dan mengingatkan kembali akan betapa besar pengorbanan para pendiri
bangsa demi mewariskan dasar negara yang kokoh ini.
🔰 TEMA PERINGATAN 2026 🔰
"PANCASILA PEMERSATU BANGSA,
FONDASI PERDAMAIAN DUNIA"
Tema besar yang diusung tahun ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia
adalah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan
sebagai pemersatu lebih dari 270 juta jiwa Indonesia yang tersebar di lebih
dari 17.000 pulau, tetapi juga memancar jauh melampaui batas geografis —
menjadi tawaran nyata bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila, dengan lima silanya yang saling menyempurnakan, adalah
warisan intelektual dan spiritual terbesar yang pernah diberikan para pendiri
bangsa kepada generasi penerus. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan,
dan keadilan sosial — lima nilai ini bukan milik satu golongan, satu agama,
atau satu suku. Ia milik seluruh anak bangsa. Ia milik Indonesia.
Refleksi: Pancasila sebagai Living Ideology
Di era yang diwarnai disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, dan
arus deras informasi yang kerap memecah belah, kehadiran Pancasila sebagai
ideologi yang hidup (living ideology) semakin dibutuhkan. Ia bukan
monumen beku yang hanya ditatap, melainkan kompas moral yang seharusnya memandu
setiap keputusan — dari kebijakan negara hingga perilaku sehari-hari dalam
kehidupan bermasyarakat.
Kepala SMP Negeri 115 Jakarta, Ibu Yulia Vistaria, S.Pd., dalam
amanatnya menegaskan bahwa upacara hari ini bukan sekadar kewajiban
administratif, melainkan sebuah komitmen kebangsaan yang diperbarui setiap
tahun. Beliau mengajak seluruh warga Smabel — terutama para peserta didik
sebagai generasi penjaga masa depan — untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila
sebagai fondasi dalam bersikap, bertindak, dan berkarya.
"Jadikan
Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi cerminan dari cara kita bersikap kepada
sesama, cara kita menyelesaikan perbedaan, dan cara kita membangun masa depan
bersama."
Nilai musyawarah untuk mufakat yang terkandung dalam sila keempat,
misalnya, adalah kekuatan diplomasi terbesar yang dimiliki Indonesia di mata
dunia. Di tengah konflik internasional yang tak kunjung usai, Indonesia terus
hadir sebagai jembatan perdamaian — melalui kontribusi pasukan perdamaian di
bawah bendera PBB, peran mediasi regional, serta konsistensi menyuarakan
keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas. Semua itu adalah Pancasila yang
berdenyut dalam kebijakan luar negeri kita.
Smabel Berdiri di Atas Nilai Pancasila
Bagi keluarga besar SMP Negeri 115 Jakarta, peringatan Hari Lahir
Pancasila bukan hanya tentang upacara. Ia adalah pengingat bahwa setiap proses
pembelajaran, setiap interaksi antarwarga sekolah, setiap prestasi yang diraih
siswa — semuanya harus berakar pada nilai-nilai Pancasila. Gotong royong dalam
proyek kelas, toleransi antarumat beragama dalam keseharian, musyawarah dalam
organisasi siswa, serta semangat keadilan dalam setiap penilaian — itulah
Pancasila yang hidup di Smabel.
Generasi muda Smabel adalah generasi yang akan mewarisi dan
mengisi kemerdekaan ini. Maka, menjadi tanggung jawab bersama — antara sekolah,
keluarga, dan masyarakat — untuk memastikan bahwa api Pancasila tidak pernah
padam dalam sanubari mereka. Bukan dengan hafalan yang kaku, melainkan dengan
keteladanan yang nyata dan pembiasaan yang tulus.
Selamat
Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026
Pancasila
Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia
SMP
Negeri 115 Jakarta — Smabel -- Cerdas, Santun, Luar Biasa
#HariLahirPancasila #Pancasila2026 #PancasilaPemersatuBangsa #FondasiPerdamaianDunia #SMPNegeri115Jakarta #Smabel
#BanggaPancasila #1Juni2026 #UpacaraBendera #GenerasiPancasila #DinasJakarta