Memaknai Hari Ibu: Cinta Tanpa Syarat bagi Keluarga Besar SMP Negeri 115 Jakarta (SMABEL)

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan yang tak pernah lelah berdenyut, berdiri SMP Negeri 115 Jakarta atau yang akrab disapa SMABEL sebagai rumah kedua bagi ribuan anak didik, guru, dan orang tua. Berlokasi di Jalan K.H. Abdullah Syafe'i, Tebet Timur, sekolah ini bukan sekadar bangunan bata dan genteng, melainkan wadah kehangatan keluarga besar yang terjalin oleh ikatan kasih sayang.

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan yang tak pernah lelah berdenyut, berdiri SMP Negeri 115 Jakarta atau yang akrab disapa SMABEL sebagai rumah kedua bagi ribuan anak didik, guru, dan orang tua. Berlokasi di Jalan K.H. Abdullah Syafe'i, Tebet Timur, sekolah ini bukan sekadar bangunan bata dan genteng, melainkan wadah kehangatan keluarga besar yang terjalin oleh ikatan kasih sayang. Hari ini, 22 Desember 2025, saat kita memperingati Hari Ibu, mari kita renungkan makna mendalam dari sosok ibu bukan hanya sebagai pemberi kehidupan, tapi juga sebagai pilar kekuatan bagi komunitas SMABEL yang penuh semangat.

 

Hari Ibu bagi keluarga besar SMABEL adalah momen untuk merefleksikan peran ibu sebagai pendidik pertama dan terhebat. Bayangkan, di balik setiap siswa yang bangga mengenakan seragam putih abu-abu SMABEL, ada seorang ibu yang bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan, mengecek tugas sekolah, dan berdoa agar hari belajar anaknya penuh berkah. Ibu-ibu ini, dengan segala kesederhanaannya, menjadi teladan nyata bagi anak-anak kita. Mereka mengajarkan nilai-nilai Pancasila bukan lewat kata-kata saja, tapi melalui tindakan sehari-hari: kesabaran saat menjemput anak di gerbang sekolah yang ramai, ketekunan dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibra, PMR atau  ekstrakurikuler  lainnya, dan keberanian menghadapi tantangan urban Jakarta yang penuh tekanan.

 

Tak hanya ibu kandung, Hari Ibu juga merangkul para "ibu" di lingkungan sekolah. Para guru perempuan SMABEL, yang dengan penuh dedikasi membimbing generasi muda, adalah ibu kedua bagi siswa-siswi kita. Mereka yang rela lembur menyusun rencana pembelajaran inovatif, mendengarkan curhatan remaja yang sedang tumbuh, dan merayakan setiap prestasi-prestasi siswa adalah penjaga api semangat belajar di SMABEL. Begitu pula dengan ibu-ibu dari komite sekolah dan orang tua murid, yang tak segan turun tangan dalam setiap kegiatan putra-putrinya. Mereka membuktikan bahwa keluarga besar SMABEL adalah jaringan cinta yang saling menguatkan, di mana setiap ibu menjadi benang merah yang menyatukan kita semua.

 

Memaknai Hari Ibu berarti juga berkomitmen untuk menghargai dan melestarikan peran itu. Di SMABEL, yang dikenal dengan program pendidikan karakter berbasis agama dan budaya, kita bisa mulai dari hal sederhana: siswa menulis surat cinta untuk ibu, guru berbagi cerita inspiratif, atau seluruh warga sekolah mengadakan doa bersama untuk kesehatan para ibu. Ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi panggilan untuk membangun generasi yang peka terhadap pengorbanan perempuan hebat di sekitar kita. Seperti pepatah universal, "Ibu adalah guru pertama," dan di SMABEL, guru itu berkembang menjadi sekolah kehidupan yang holistik.

 

Kepada seluruh ibu di keluarga besar SMP Negeri 115 Jakarta dari yang melahirkan, mengajar, hingga mendukung dari belakang layar selamat Hari Ibu! Terima kasih atas cinta kalian yang tak ternilai, yang menjadikan Jl. K.H. Abdullah Syafei bukan hanya alamat, tapi rumah penuh keajaiban. Semoga SMABEL terus menjadi saksi bisu bagaimana kasih sayang ibu membentuk masa depan bangsa. Mari kita rayakan dengan hati yang penuh syukur, dan janji untuk menjadi anak, murid, dan warga yang lebih baik bagi mereka.

 

 

Oleh Sahrudin, S.Kom

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik

 

 

LINK TERKAIT