Guru Hebat, Indonesia Kuat: Benih Inspirasi di Tanah Tebet

SMP Negeri 115 Jakarta (SMABEL), 24 November 2025, Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan yang tak pernah tidur, di Jalan K.H. Abdullah Syafe'i, Tebet Timur, berdiri sebuah benteng pendidikan yang megah dan penuh makna: SMP Negeri 115 Jakarta, atau yang akrab disapa SMABEL—Cerdas, Santun, Luarbiasa.

SMP Negeri 115 Jakarta (SMABEL), 24 November 2025, Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan yang tak pernah tidur, di Jalan K.H. Abdullah Syafe'i, Tebet Timur, berdiri sebuah benteng pendidikan yang megah dan  penuh makna: SMP Negeri 115 Jakarta, atau yang akrab disapa SMABEL—Cerdas, Santun, Luarbiasa. Besok, 25 November 2025, kita semua akan berdiri tegak di halaman sekolah, mengibarkan Sang Merah Putih, menyanyikan Hymne Guru, dan merenungkan tema Hari Guru Nasional tahun ini: "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Bukan sekadar seremoni, tapi panggilan jiwa untuk mengenang dan merayakan mereka yang menjadi pelita di kegelapan, embun di kehausan, dan patriot pembangun bangsa.

 

Bayangkan sejenak: Sejarah SMABEL dimulai sebagai bagian dari perjuangan pendidikan pasca-kemerdekaan, di mana guru-guru pertama kami dengan buku tebal dan semangat tipis menabur benih cerdas di tanah Tebet yang subur. Hari ini, sekolah kami bukan lagi hanya gedung bata, tapi ekosistem hidup di mana 1.003 siswa belajar bukan hanya matematika atau IPA, tapi juga gotong royong di tengah kemacetan ibu kota. Dan di balik itu semua, ada guru-guru hebat yang tak kenal lelah. Seperti Pa Gatot, guru Matematika yang bangun subuh untuk menyiapkan puzzle logika bagi siswa kelas 9 yang masih ragu dengan angka-angka. Atau Pak Abdul Mukhyi, pelatih ekskul Pramuka, yang dengan sabar mengajarkan simpul tali bukan hanya untuk tenda, tapi untuk mengikat mimpi anak-anak Tebet menjadi pemimpin masa depan.

 

Tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat" bukan slogan kosong. Ia adalah pengingat dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 26521/MDM/TU.02.03/2025, yang mengajak kita semua dari pusat hingga daerah, dari Jakarta hingga pelosok untuk menghormati peran strategis guru sebagai pendidik profesional. Di SMABEL, kami wujudkan ini melalui upacara bendera esok pagi pukul 06.30 WIB, di mana kita akan bernyanyi:

 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu...

 

Lirik Hymne Guru karya Sartono itu bukan sekadar nada, tapi janji. Guru kami adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang di tengah tantangan Kurikulum Merdeka dari proyek PjBL berbasis lingkungan Tebet hingga integrasi AI etis tetap menumbuhkan nalar kritis dan karakter santun. Mereka yang membimbing siswa kami meraih prestasi di Olimpiade Sains Nasional 2025, lomba-lomba lainnya di bidang Akademik maupun non akademik. Guru hebat bukan yang sempurna, tapi yang rela menjadi jembatan antara mimpi siswa dan realita bangsa.

 

Di SMABEL, kami percaya: Setiap guru adalah benih kuat yang menjadikan Indonesia tak tergoyahkan. Besok, saat kami menyanyikan Terima Kasih Guruku karya Sri Widodo "Terima kasihku kuucapkan pada guruku yang luhur, ilmu yang berguna selalu dilimpahkan untuk bekalku nanti" mari kita buat momen itu abadi. Siswa, ucapkan terima kasih dengan tindakan: Belajarlah dengan hati, santunlah dengan sikap, dan luar biasalah dengan prestasi. Guru, ingatlah: Dedikasi kalian adalah fondasi kekuatan bangsa.

 

Hari Guru Nasional bukan akhir, tapi awal. Mari, di SMABEL, kita tanam benih hebat ini bersama. Guru hebat, Indonesia kuat dan Tebet akan menjadi saksi. Selamat Hari Guru Nasional 2025!

 

Oleh Sahrudin, S.Kom

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik

 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT