Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan seni dan kebudayaan nasional ke mancanegara. Mulai dari pertukaraan informasi melalui seminar-seminar hingga menggelar acara seni dan budaya. Memperkenalkan seni dan kebudayaan pun tidak hanya dapat dilakukan Departemen ataupun Dinas Pariwisata. Pelajar dan masyarakat umum pun bisa melakukannya.
Seperti dilakukan puluhan pelajar SMPN 115 Jakarta Selatan, pada Selasa (27/5) malam. Tunas-tunas bangsa ini menggelar acara pertukaran seni dan budaya dengan pelajar setingkat SMP dari Singapura, Queensway Secondary School. Kegiatan yang berlangsung di aula SMPN 115 itu berlangsung meriah.
Program kerja sama dengan puluhan pelajar Singapura ke SMPN 115 ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan MoU atau nota kesepahaman pada 6 Maret 2008. Dalam MoU disebutkan bahwa Queensway Secondary School menyetujui untuk memasuki hubungan kerja sama dengan tujuan mempromosikan kesadaran global, praktek-praktek, pendidikan, dan pertukaran kebudayaan. Termasuk pula menjalin kerja sama dalam bidang olahraga, kebudayaan, dan kepemimpinan. Kemudian transfer informasi dari Queensway Secondary School ke SMPN 115 dan sebaliknya, melalui kerja sama pendidikan para guru dan siswa.
Puluhan pelajar dari Singapura itu nampak antusias ketika disambut Tari Bali dan lagu Jali-jali oleh pelajar SMPN 115. Termasuk saat dihibur dengan berbagai kesenian tradisional dari Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Tengah, dan berbagai kesenian tradisional lainnya. Kekaguman terpancar dari seluruh peserta yang berasal dari Singapura begitu melihat pelajar SMPN 115 berlenggak-lenggok ikuti irama.
Suasana tambah meriah berkat kepiawaian dua MC dalam memandu acara menggunakan Bahasa Inggris. Hampir seluruh rangkaian acara, selalu menggunakan Bahasa Inggris, termasuk kata sambutan yang disampaikan Kepala SMPN 115 Adi Dasmin dan Kadis Dikdas Sukesti Martono.
Adi Dasmin mengatakan, kehadiran puluhan pelajar Singapura ke SMPN 115 adalah tindaklanjut dari kesepakatan kedua sekolah. "Sebelumnya, kami telah menandatangi MoU untuk berbagai kegiatan bersama," katanya kepada beritajakarta.com, Selasa (27/5) malam. Pada 6 Maret 2008, kedua sekolah ini telah menandatangai MoU untuk menjalin kerja sama dalam bidang olahraga, kebudayaan, dan kepemimpinan.
Untuk mensinergikan kegiatan tersebut, lanjutnya, siswa SMPN 115 akan berkunjung ke Singapura. Rencananya kunjungan tersebut akan dilakukan mulai 29 Juni-6 Juli mendatang. Dalam kunjungan tersebut, para pelajar SMPN 115 akan diperkenalkan dengan seni dan kebudayaan Singapura. Ini juga untuk mendidik anak agar selalu mencintai bangsanya sendiri disamping juga menghargai bangsa-bangsa lain.
Sukesti Martono, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta yang turut hadir dalam acara tersebut mengaku cukup puas. Ia berharap, kegiatan pertukaran seni dan kebudayaan dengan negara lain, tidak hanya dilakukan pelajar SMPN 115. “Saya berharap, SMPN 115 ini jadi pioner bagi sekolah lain di Jakarta maupun di Indonesia," katanya kepada beritajakarta.com.
Tentu kegiatan ini sangat menguntungkan bagi bangsa dan negara Indonesia. Karena lewat kreatifitas para pelajar, ternyata kita juga dapat memperkenalkan berbagai macam seni dan budaya bangsa, di samping juga untuk mempererat hubungan kedua negara. Selain itu, para pelajar juga bertambah pengetahuan dan wawasannya.
Saefullah, Kasubdis SMP Dinas Dikdas DKI Jakarta menambahkan, kolaborasi ini juga bisa dimanfaatkan pelajar untuk mempraktikan Bahasa Inggris. “Pastinya, ini juga untuk mengeratkan hubungan antarbangsa,” tegasnya. Ia yakin, jika potensi ini dipupuk sejak dini, akan membawa hasil yang maksimal. Karena mereka jadi terbiasa berinteraksi dengan Bahasa Inggris.
Ditulis ulang oleh : Sahrudin, S.Kom
Sumber : www.beritajakarta.com